0-9 A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z Munsyid
Showing posts with label Emha Ainun Nadjib. Show all posts
Showing posts with label Emha Ainun Nadjib. Show all posts

Sunday, April 14, 2013

Nasyid dan Religi: Emha Ainun Nadjib

Lirik lagu Emha Ainun Nadjib - Tombo Ati

Tombo ati iku ono limang perkoro
Kaping pisan moco qur'an sakmaknane
Kaping pindo Sholat wengi lakonono
Keping telu wong kang sholeh kumpulono
Keping papat weteng iro engkang luwe
Salah sakwijine sopo biso ngelakoni

Cinta qur'an dengan menyelami maknanya
Sujudkan jiwa raga di tengah sunyi malam
Kepada orang sholeh dirimu senantiasa dekatkan
Adapun terhadap rasa lapar upayakan bertahan
Dan atas keasyikan dzikir jangan pernah bosan

Salah satu saja engkau khusyu' melakukannya
Insya Allah nasibmu akan dirawat oleh yang Maha Kuasa
Iklan
Jadwal sholat elektronik
Belajar qur'an dengan sekali sentuh

Nasyid dan Religi: Emha Ainun Nadjib

Lirik lagu Emha Ainun Nadjib - Tak Sudah-Sudah

Ketika belum
Kepingin sudah
Ketika sudah
Kepingin tambah
Sesudah di tambahi
Kepingin lagi
Kepingin lagi
Lagi dan lagi

Kita berlari
Memperbudak diri
Tuhan mengajarkan
Yang cukupan saja
Tapi kita
Tak pernah krasan
Karena kekurangan
Maunya berlebihan

Rasa kurang
\Tak berpenghabisan
Kepada dunia
Tak pernah kenyang
Itulah api
Yang menghanguskan
Itulah nafsu
Lambang kebodohan

Hanya pada Tuhan
Kita slalu kurang
Hati belingsatan
Kangen tak karuan

Kepada cinta-Mu
Aku kelaparan
Apapun ongkosnya
Kubayar sukarela

Tak sudah-sudah
Kok belum saja
Kok terus saja

Tuesday, April 2, 2013

Nasyid dan Religi: Emha Ainun Nadjib

Lirik lagu Emha Ainun Nadjib - Jalan Sunyi

Akhirnya ku tempuh jalan yang sunyi
Mendengarkan lagu bisu sendiri di lubuk hati
Puisi yang ku sembunyikan dari kata-kata
Cinta yang tak kan ku temukan bentuknya

Apabila kau dengar tangis di saat lengang
Kalau bulan senyap dan langit meremang
Sesekali temuilah detak-detik pelaminan ruh sepi
Hidupku
Agar terjadi saat saling mengusap peluh dendam rindu

Ku anyam dari dan malam dalam nyanyian
Kerajut waktu dengan darah berlarut-larut
Tak habis menimpukku batu demi batu kepalsuan
Demi mengongkosi penantian ke larut